SEID Raih ICSA 2008 Untuk 4 Kategori

Sharp Raih 4 Kategori ICSA 2008

Sharp Raih 4 Kategori ICSA 2008

Sharp Electronics Indonesia (SEID) makin memperkokoh posisi puncaknya sebagai perusahaan elektronik papan atas yang memberikan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi untuk kategori lemari es, AC, TV LCD dan televisi (non LCD) dengan mendapatkan Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2008.

Penghargaan bergengsi tahunan bagi merek-merek yang paling memuaskan pelanggan ini diselenggarakan oleh Majalah Swa Sembada, salah satu majalah ekonomi paling terpercaya di Indonesia, bekerjasama dengan Frontier, salah satu konsultan pemasaran dan riset terkemuka di Indonesia. 

Survei yang sudah diselenggarakan selama satu dekade berturut-turut (1999 – 2008) ini dilakukan terhadap ratusan kategori produk (manufaktur hingga jasa) yang ada di Indonesia untuk mendapatkan Indeks Kepuasan Pelanggan atau Customer Satisfaction Index (CSI). Metodologi survei CSI 2008 mencakup empat parameter yang dilakukan dengan metodologi random dan booster untuk mendapatkan Total Satisfaction Score (TSS). 

Dari empat kategori produk yang dimenangkan SHARP, masing-masing berdasarkan survei yang dilaksanakan atas sejumlah merek lokal dan internasional seperti untuk lemari es survei dilaksanakan atas 8 merek, untuk AC survei atas 7 merek, TV LCD atas 7 merek dan kategori TV (non LCD) atas 17 merek. Sementara untuk kategori produk mesin cuci dan audio, SEID bersaing ketat dengan merek utama lainnya.

Keberhasilan SEID dalam mewujudkan keinginan pelanggannya seperti yang ditemukan dalam survei Swa dan Frontier tersebut memperlihatkan upaya perusahaan dari semua lini untuk terus secara bersama-sama memberikan yang terbaik dengan one of a kind product dan one of a kind technology kepada pelanggan di seluruh Indonesia.

Naskah         : Feri Awan Hidayat             Foto            : Istimewa

Iklan

Sosialisasi Program ‘1 room 10 trees’

Nieke Handayani, PR Manager Accor Indonesia - Malaysia

Nieke Handayani, PR Manager Accor Indonesia - Malaysia

Wanita cantik kelahiran Malang 15 April 1973 ini tergolong baru di jajaran Manajemen Accor Indonesia – Malaysia. Bergabung dengan jaringan operator hotel kelas dunia ini sejak akhir Februari 2008 yang lalu, Nieke – sapaan akrab ibu satu orang putra ini – mengaku masa adaptasinya tergolong agak lambat karena banyaknya jaringan hotel yang dimiliki Accor.

“Pertama gabung, masa adaptasi perkerjaan lumayan agak lama sampai 3-4 bulan. Biasanya, saat pindah kantor hanya perlu 1 bulan. Besarnya organisasi Accor dan total 40 hotel yang dikelola Accor di Indonesia – Malaysia mulai dari Formule1, Ibis, All Seasons, Mercure, Novotel, Grand Mercure hingga Pullman, tentunya membutuhkan waktu adaptasi yang lebih banyak,” urai alumnus jurusan Public Relations, European University Brussels, Belgia ini.

Meski begitu, saat ini Nieke mengaku kalau jaringan (network) yang dimilikinya menjadi sangat luas dan ikutan bertambah setelah bergabung dengan Accor. Demikian pula dengan pengetahuannya di bidang Corporate PR juga ikutan bertambah.  

“Accor bisa dikata sebuah perusahaan yang dinamis dan inovatif, dimana selalu ada yang baru di organisasi. Saya dituntut untuk secepat mungkin ter-update agar tidak ketinggalan informasi. Selain karena Accor merupakan international hotel operator dengan ribuan properti di seluruh dunia, saya merasa ‘hospitality’ adalah memang dunia saya,” tambah penyuka masakan Chinese Food ini.

Menyoal program yang tengah dikerjakan Accor saat ini, Nieke menyatakan dirinya tengah mensosialisasikan program yang bernama ATFAC (A Tree For A Child), sebuah program kesejahteraan anak oleh Accor yang bertujuan mengutamakan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak kurang mampu dengan program bea siswa. 

“Pada kwartal pertama tahun ini, Accor Indonesia menetapkan program ‘1 room 10 trees’, artinya setiap kamar hotel yang baru dibangun, hotel tersebut akan menyumbangkan 10 buah pohon. Pohon-pohon tersebut selanjutnya ditanam di lahan proyek Accori, menambah jumlah pohon yang sudah ada,” tambah wanita yang ingin memiliki usaha sendiri di masa mendatang ini. 

Naskah        : Feri Awan Hidayat     Foto            : Koleksi Pribadi

Topping Ceremony Apartemen Gardenia Boulevard

Topping Off Apartemen Gardenia Boulevard

Topping Off Apartemen Gardenia Boulevard

Hari Minggu, 21 September 2008 lalu, PT Surya Sentosa (member of Cempaka Group) selaku pengembang proyek apartemen Gardenia Boulevard di kawasan Warung Jati – Jakarta Selatan, menggelar acara Topping Off sebagai seremonial dari pengerjaan akhir pembangunan apartemen untuk kalangan menengah keatas ini.

Apartemen Gardenia Boulevard sendiri dibangun diatas lahan seluas 1,5 hektar, dengan dua tower yang sedang dipasarkan saat ini – tower A (Anggrek) yang memiliki kapasitas 364 unit dan tower B (Bougenville) dengan kapasitas 132 unit. Untuk kisaran harga jual masing-masing unit yang ada di apartemen ini berkisar antara Rp 260 jutaan sampai dengan Rp 2 miliar.

Teddy Budianto, Direktor Utama PT Surya Sentosa dalam press conference dengan kalangan media menyatakan, apartemen Gardenia Boulevard merupakan hunian yang dibangun dengan konsep Modern Living Resort Apartment in South Jakarta.

“Lokasi Gardenia Boulevard sangat mudah dijangkau dan strategis. Letak persis Gardenia Boulevard berada di kawasan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan. Dengan tinggal di apartemen ini, penghuni hanya 10 menit menuju CBD (Central Business Distric) dan Rasuna Said Kuningan,” ujar Teddy seraya menyebut kelebihan yang dimiliki apartemen ini. 

Menurut Teddy, Cempaka Group dalam kancah bisnis properti nasional bukanlah pemain baru. Dengan pengalaman membangun ruko, rukan serta Mal di berbagai wilayah Jakarta, membuat Cempaka Group terus berusaha untuk melebarkan sayap bisnisnya. Hal ini telah terbukti lewat kesuksesan Cempaka Group membangun apartemen Margonda Residence I & II serta Rusunami Green Parkview di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Naskah & Foto : Feri Awan Hidayat

Sibuk Brand Campaign

Elis Ujiantuti, PR Manager The Batavia Hotel

Elis Ujiantuti, PR Manager The Batavia Hotel

Bergabung dengan The Batavia Hotel sejak February 2008, PR Manager The Batavia Hotel, Elis Ujiantuti menyatakan saat ini tengah melakukan branding diberbagai media massa baik cetak maupun elektronik untuk mengubah image The Batavia Hotel.

“Jujur saja, kegiatan yang terus kita lakukan sejak dikelola oleh manajemen baru sampai sekarang adalah mengubah pandangan tamu hotel dan masyarakat tentang The Batavia Hotel yang selama ini memiliki citra agak kurang baik,” ucap wanita yang sebelumnya bergabung dengan ACCOR Group di Hotel Ibis Tamarin dan Apartemen Kuningan.

Lebih lanjut Elis menyatakan, dirinya juga membuat planning yang mendukung program pemerintah di bidang pariwisata terkait dengan Visit Indonesia Year 2008.

“Belum lama ini kita menjadi official resident untuk ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2008 dan juga sebagai venue pemilihan wakil Abang & None Jakarta Barat 2008 serta tempat terselenggaranya berbagai kegiatan yang mendukung pariwisata Kotatua Jakarta,” tambah penghobi jalan-jalan ke cafe ini.

Ketika ditanya suka duka apa yang dinikmati saat berada di posisi yang sekarang, alumnus PUSHKOM Jakarta angkatan 2002 ini mengaku lebih banyak sukanya saat menjalani pekerjaan yang sekarang.

“Karena kita bergabung dengan manajemen baru, dimana semuanya memulai kerjasama team dari awal, rasa kekeluargaan dan gotong royong terasa sangat kental. Mungkin kalau dukanya lebih kepada upaya untuk mengubah opini masyarakat. Namun sekarang, kita berani bilang The Batavia Hotel sudah kembali sebagai Hotel Bisnis dan Leisure dikawasan Kota tua Jakarta,” tambah penggemar simple food dan menu dengan pasta/mie ini.

Naskah : Feri Awan Hidayat             Foto     : Koleksi Pribadi

Accor Hadirkan Novotel 1Borneo Kota Kinabalu

Facade Novotel 1Borneo, Kota Kinabalu

Facade Novotel 1Borneo, Kota Kinabalu

Accor kembali menghadirkan hotel berkelas menengah keatasnya dengan pembukaan Novotel 1Borneo, Kota Kinabalu yang akan mulai beroperasi pada tanggal 8 Oktober 2008 mendatang. 

Novotel 1Borneo Kota Kinabalu sendiri terletak di jantung kota atau berjarak sekitar 18 menit dari Bandara Internasional Kota Kinabalu. Selain berdekatan dengan Universitas Malaysia Sabah, hotel ini berdampingan dengan Hypermall 1Borneo yang menyediakan lebih dari 300 pilihan berbelanja, makanan dan hiburan. 

Hotel ini memiliki 263 kamar dan suite, dimana setiap kamar dilengkapi dengan TV LCD yang menyajikan ragam saluran lokal dan internasional. Fasilitas dalam kamar meliputi akses internet broadband, brankas, mini bar, fasilitas pembuat kopi dan teh, serta ruang kerja yang fleksibel. 

Novotel 1Borneo memiliki empat outlet dengan pilihan makanan dan minuman yang menggugah selera. Bonjour Café yang terletak di lantai lobby, menyajikan minuman non-alkohol dan makanan ringan. Sementara Lobby Lounge and Bar yang menghidangkan makanan ringan dan koktil, terletak di lantai 1 dengan jam operasi 09.00-23.00 setiap harinya. 

Selain itu, ada pula Restoran The Square di lantai 5 dengan konsep all-day dining yang menawarkan pengalaman bersantap interaktif. Dengan dapur terbukanya, setiap makanan disiapkan di depan tamu sesuai dengan keinginan dan selera. Terakhir, restoran Le Mo Passan yang menyajikan hidangan Prancis dengan sentuhan Asia, terletak di atap hotel yang memberikan kesempatan untuk menikmati keindahan pemandangan kota di malam hari. 

Naskah : Feri Awan Hidayat      Foto : Koleksi Accor Indonesia – Malaysia

 

50 % Unit Apartemen Ciputra World Dipesan Pembeli

Direktur PT CTRP, Artadinata Djangkar

Direktur PT CTRP, Artadinata Djangkar

Proyek terbaru PT Ciputra Property Tbk, Ciputra World Jakarta, yang ada di kawasan shopping belt Jl. Dr Satrio, Jakarta Selatan, menperoleh sambutan yang hangat dari konsumen.

Sampai dengan bulan September 2008, untuk apartemen strata title yang ada dalam Ciputra World berhasil menggaet pembeli sebanyak 50% dari total 136 unit. 

Direktur CTRP, Artadinata Djangkar dalam kesempatan berbuka puasa dengan kalangan media massa nasional di apartemen Grand Somerset menyatakan, pembeli yang mengambil unit kebanyakan memanfaatkan fasilitas cicilan selama konstruksi masih berjalan sampai dengan tahun 2011. 

“Untuk pekerjaan konstruksi telah dimulai pertengahan tahun ini, dengan kondisi terakhir mencapai lantai tiga basement atau sekitar 15% dari total area proyek. Untuk penyelesaian pembangunan, kami rencanakan tahun 2011 mendatang,” tambah Artadinata lagi. 

Komplek Ciputra World sendiri terdiri atas apartemen strata title 136 unit, shopping mall seluas 130.000 m2, office building seluas 70.000 m2, hotel dengan 180 kamar yang dikelola oleh Raffles Hotels, 170 unit serviced apartment yang dikelola Ascott Group dan Raffles Residences sebanyak 80 unit. 

Lebih lanjut Artadinata Djangkar menyatakan, proyek Ciputra World ini didanai dari hasil perolehan IPO sebesar Rp2,1 triliun. Sisanya dari total nilai investasi sebesar Rp3,4 triliun (diluar lahan pengembangan), berasal dari pembayaran penjualan konsumen.

Naskah & Foto : Feri Awan Hidayat

Dukungan KPA BNI Untuk St Moritz Penthouse & Residences

Kerjasama BNI - St Moritz

Kerjasama BNI - St Moritz

PT Bank Negara Indonesia Tbk (PT BNI Tbk) menjalin kerjasama dengan megaproyek properti The St Moritz Penthouse and Residences dalam pembiayaan kredit pembelian kondominium dengan fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen KPA) BNI kepada pembeli The St Moritz Penthouse and Residences.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Direktur Konsumer BNI Darwin Suzandi bersama CEO The St Moritz Michael Riady, di Downtown Sales St Moritz Penthouse and Residences, Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (4/9).

Menurut Darwin, kerja sama ini merupakan bukti komitmen BNI untuk memberikan layanan terbaik bagi calon pembeli apartemen.

“BNI siap membantu konsumen untuk memiliki apartemen kelas premium ini dengan proses kredit yang cepat dan mudah, serta suku bunga yang kompetitif,” ucap Darwin menambahkan.

Lebih lanjut Darwin menyatakan, dalam kerjasama ini BNI akan memberikan kredit pembelian apartemen St Moritz dengan bunga tetap (fixed rate) 8 % untuk tahun pertama bagi nasabah BNI dan 8,5 % untuk non-nasabah BNI.

Naskah : Feri Awan Hidayat Foto : Istimewa (Koleksi St Moritz)