Plaza Indonesia Window Display Celebrations

Penyerah Penghargaan Window Display Terbaik

Penyerahan Penghargaan Window Display Terbaik

Mengambil tempat di Lamoda Café, Manajemen Plaza Indonesia Shopping Center & Entertainment X’ntre, menyerahkan penghargaan untuk toko dan butik yang telah menghiasi etalase toko atau butiknya dengan indah.

Berdasarkan keputusan dewan juri yang terdiri dari Samuel Mulia, Roland Adam, Anita Boentarman, Didit Tachril, Dewi Soedarjo dan Yuli Indra Setiohadi, terpilih pemenang toko dan butik yang memiliki etalase terbaik adalah Ojero, Lucy House, Aimer Feel, Mango, Bagteria untuk kategori Ritel dan Shabu-Shabu House dan Starbuck untuk kategori resto & café. Naskah      : Feri Awan Hidayat      Foto      : Muhtar Holil

Iklan

Soft Launch Koleksi Terbaru Box Urbane

Soft Launch Box Urbane

Soft Launch Box Urbane

Kreasi Box Urbane yang merupakan gabungan dari furnitur tradisional dan modern, hasil kerjasama Box Furniture Aesthetic (PT Bokdesindo) dengan kain modern internasional dan motif tekstur dari Interni Asia (PT Interni Tri Lintas Asia) kini telah hadir di Jakarta.

          Berlokasi di Showroom Interni Asia, Jalan Barito II, Jakarta Selatan, Soft Launch koleksi terbaru Box Urbane dirayakan secara kekeluargaan diantara tamu undangan dan sang pemilik. Memfokuskan pasar domestik, Box Urbane menargetkan diri untuk kalangan high end yang mencintai furnitur cita rasa tinggi dan berpadu dengan bahan tekstil berkualitas, menjadikan Box Urbande sebagai furnitur pilihan untuk mempercantik tampilan interior hunian masa kini. Naskah : Feri Awan Hidayat     Foto : Muhtar Holil

ESIA Dukung Penyelamatan Bumi

Nadia Diposandjoyo, VP Corporate Communications Bakrie Telecom dan Glen Fredly, Musisi dan Duta Muda Lingkungan Hidup tengah berdiskusi seusai jumpa pers peluncuran program, didampingi Chaerul Anwar, Manager CSR Yayasan Bakrie Untuk Negeri dan Ketua YPHL, Erwinaryo.

Nadia Diposandjoyo, VP Corporate Communications Bakrie Telecom dan Glen Fredly, Musisi dan Duta Muda Lingkungan Hidup tengah berdiskusi seusai jumpa pers peluncuran program, didampingi Chaerul Anwar, Manager CSR Yayasan Bakrie Untuk Negeri dan Ketua YPHL, Erwinaryo.

PT. Bakrie Telecom, Tbk, pemilik layanan telekomunikasi hemat ESIA dan Yayasan Bakrie Untuk Negeri, mewujudkan kepedulian untuk pelestarian lingkungan hidup dengan mendukung penuh program INDONESIAN EARTHFEST 2008 yang digagas oleh Yayasan Peduli Hutan Lestari (YPHL – Indonesia Rain Forest Movement). 

Acara INDONESIA EARTHFEST 2008 sendiri telah digelar hari Minggu, 14 Desember 2008 di Senayan, Jakarta. Naskah : FAH   Foto : Koleksi PT Bakrie Telecom, Tbk

Jababeka Gelar The First International Cultural Festival

Penampilan Tarian dari Komunitas Korea yang ada di Kota Jababeka

Penampilan Tarian dari Komunitas Korea yang ada di Kota Jababeka

Kawasan Kota Jababeka belum lama ini menggelar rangkaian pagelaran internasional, yang menampilkan berbagai pentas kebudayaan dari Jerman, Jepang, China, Vietnam, Korea, Filipina dan Indonesia. Kegiatan yang diberi nama “The First International Cultural Festival” berlangsung di Jababeka Multicultural Centre, Cikarang, Jawa Barat.

“The First International Cultural Festival” merupakan sebuah acara yang mewadahi diplomasi kebudayaan antara kelompok internasional yang tinggal di Indonesia melalui kesenian seperti tarian, nyanyian, film, dan gaya bahasa. Adapun gedung yang digunakan untuk acara ini adalah Multicultural Center yang berada di Sunset Boulevard, Indonesia Movieland. Fasilitas awal yang dimiliki Multicultural Center berupa gedung teater dengan kapasitas 400 kursi, serta  panggungnya.

 Kegiatan yang ditujukan untuk mempererat hubungan antar komunitas internasional ini merupakan kerjasama antara Indonesia Movieland, Forum Kebudayaan Indonesia, Lions Club Kartini, dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri serta dihadiri oleh beberapa korps diplomatik dari sejumlah kedutaan, antara lain Suriname, Filipina dan Negara sahabat dari Benua Afrika. 

Tak hanya kesenian, “The First International Cultural Festival” juga menyediakan bazaar makanan yang mewakili dari berbagai Negara, antara lain Ichiban Dorayaki, Kebab Turki, Es Dawet, Coffee Toffee, Pecel Ponorogo, dan makanan khas Filipina yaitu  lugaw (bubur ayam dengan resep Filipina) dan turon (pisang goreng yang berbeda dengan pisang goreng Indonesia). Hampir seluruh pengunjung tertarik dengan bazaar makanan tersebut, sehingga seluruh makanan habis terjual.

Melalui kegiatan “The First International Cultural Festival” ini, diharapkan terjalin komunitas kebudayaan dan intelektualitas di kawasan Kota Jababeka. Naskah : Feri Awan Hidayat     Foto : Koleksi Kota Jababeka

Tangerang City Gelar Topping Off & Ground Breaking

Walikota Tangerang & Direksi Tangerang City Menekan Tombol Peresmian Ground Breaking

Walikota Tangerang & Direksi Tangerang City Menekan Tombol Peresmian Ground Breaking

Untuk kalangan pengembang yang tidak mengandalkan kucuran kredit perbankan untuk membiayai pembangunan proyeknya, krisis keuangan global yang terjadi sekarang ini dianggap sebagai peluang untuk menunjukkan eksistensi. Salah satu diantara pengembang tersebut adalah PT Pancakarya Griyatama (Trivo Group), pengembang superblok Tangerang City, yang tetap konsisten membangun proyeknya secara bertahap.

Setelah meraih kesuksesan dengan peluncuran premium business park yang telah terjual 80%, PT Pancakarya Griyatama bersiap melaksanakan pembangunan pusat perbelanjaan yang nantinya terintegrasi dengan hotel dan apartemen.

Untuk itu, PT Pancakarya Griyatama pada tanggal 23 November 2008 yang lalu melaksanakan pemancangan tiang pertama Tangerang City premium shopping mall dan topping off TangCity premium business park di lokasi proyek ini berada.

“Mengembalikan orang Tangerang ke Tangerang. Itulah yang ingin kami lakukan dengan menghadirkan sebuah megaproyek terpadu Tangerang City,” kata Ian Wisan MBA, Wakil Direktur Utama PT Pancakarya Griyatama dalam sambutannya pada acara ini.

 

Menjawab Kebutuhan Gaya Hidup

Pusat perbelanjaan Tangerang City sendiri terdiri dari 6 lantai lifestyle dan entertainment service dengan arsitektur bergaya minimalis modern mengikuti tren terkini.

Berbeda dengan pusat perbelanjaan lainnya, pusat perbelanjaan Tangerang City akan terlihat memiliki keunggulan karena dilengkapi fasilitas multifunction dan meeting room. Sementara, fasilitas parkir yang disediakan sebanyak 2.000 untuk mobil dan 1.500 untuk motor.

Salah satu anchor tenant yang sudah menandatangani perjanjian kerja sama adalah Carrefour. Selain itu, telah hadir pula Novotel yang dikelola Accor. Sedangkan beberapa restoran yang telah bergabung, antara lain Bakso Lapangan Tembak Senayan, Bakmi Agoan, restoran Padang Sederhana, DJS, Toreore, restoran ayam goreng Amerika AW, serta toko roti Holand Bakery dan Dunkin Donuts.

Di samping itu, Bank DKI dan Panin juga tak mau ketinggalan bergabung di Tangerang City. Tidak hanya itu, pusat perbelanjaan ini nantinya akan menggandeng beberapa tenant middle branded, mulai dari produk sepatu, aksesori, tas, optik, hingga entertainment service yang akan akan diisi oleh outlet-outlet restoran ternama di Jakarta dan beberapa outlet internasional chain café. Naskah       : Feri Awan Hidayat    Foto : Koleksi Tangerang City

 

Hunian Nyaman dan Aman dengan Eksotisme Bali

Tamansari Puri Bali

Tamansari Puri Bali

Berada di selatan Jakarta, Tamansari Puri Bali menghadirkan eksotisme dan atmosfer “Pulau Dewata” yang memesona. Di atas lahan 20 hektare, PT Wika Realty selaku pengembang perumahan ini siap mewujudkan 1.000 unit hunian di tahun 2010.

 

Kawasan Sawangan, Depok, kini menjadi wilayah yang potensial. Indikasinya adalah jaringan infrastruktur, fasilitas sosial dan umum, serta pertumbuhan ekonomi wilayahnya yang terus meningkat. Hal ini semakin bertambah dengan posisinya yang strategis, karena berada tak jauh dari Ibu Kota Jakarta. Dengan kondisi seperti itu, boleh jadi Sawangan benar-benar menjadi wilayah yang prospektif.

Setelah sukses melahirkan Perumahan Bali View di Cireundeu, Jakarta Selatan, pada tahun 1996, maka sejak tahun 2006, PT Wika Realty kembali menghadirkan perumahan dengan nuansa Bali yang eksotis di wilayah Sawangan, Depok. Namanya Tamansari Puri Bali (Puri Bali, red). “Bali merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Kami pikir tinggal dengan suasana Bali, sama saja tinggal di tempat terindah di dunia. Apalagi di Puri Bali ini, kami juga mengombinasikan nuansa Bali tersebut dengan hijaunya lingkungan,” kata Ugik Sugiyanto, Manager Realty, menjelaskan konsep perumahan ini.

Suasana Bali memang langsung terasa ketika memasuki perumahan yang memiliki tiga kategori harga per unitnya, yaitu Rp 200 juta, Rp 400, dan di atas Rp 1 miliar. Rencananya, di Puri Bali ini akan dibangun sekitar 1.000 unit rumah dengan komposisi 70% hunian kecil dengan tipe 27, 36, dan 46, 30% hunian menengah bertipe 51 dan 67, serta 10% hunian premium dengan tipe 150. Hingga kini, setidaknya sudah 600 unit rumah terbangun. “Proyeksi kami tahun 2010 sudah selesai semua,” ujar Ugik Sugiyanto. 

Rumah Tanpa Pagar

Dengan dukungan lansekap yang asri, Puri Bali seolah menyuguhkan panorama alam yang menyejukkan. Hijaunya pepohonan, taman lingkungan yang tertata apik, serta manajemen pengelolaan lingkungan yang komprehensif, membuat perumahan ini menjanjikan kenyamanan tempat tinggal yang maksimal.

Aplikasi budaya Bali pada perumahan ini, tak hanya bisa dinikmati dari fisik bangunan rumah. Tapi, juga penamaan cluster (banjar, sebutan untuk desa di Bali) yang mengadopsi nama dan daerah di Bali. Misalnya Banjar Taman Ayun, Banjar Panelokan, dan Banjar Gilimanuk. “Penggunaan istilah banjar kami gunakan agar lebih terasa nuansa Bali-nya. Baik dari bentuk, nama, sebutan, semuanya secara psikologis terasa lebih Bali,” ungkap Ugik Sugiyanto.

Selain suasana yang asri, rupanya pengembang juga ingin menciptakan hunian yang terintegrasi dengan alam. Makanya, bidang-bidang masif seperti pagar rumah ditiadakan. Dengan konsep neighborhood tersebut, diharapkan suasana tempat tinggal menjadi lebih nyaman. Sementara itu, untuk memaksimalkan hubungan kekerabatan antarpenghuni, pengembang menyediakan sawung-sawung bergaya Bali dan playground di setiap banjar sebagai fasilitas penghuni. Lalu sebagai pelengkap fasilitas, juga disediakan gedung serbaguna yang bisa digunakan sebagai sarana olah raga dan aktivitas lainnya.

Menanggapi krisis keuangan global yang berdampak pada kenaikan tingkat suku bunga KPR (kredit kepemilikan rumah), maka PT Wika Realty, yang baru saja memperoleh penghargaan Kategori Developer Besar pada penyelenggaraan Indocement Award 2008 akan memberikan program khusus untuk kemudahan pembiayaan. “Tagline kami adalah pilih investasi yang aman dan ringan ketika krisis,” ujar Ugik. Menurutnya, aman yang dimaksud adalah dengan memilih pengembang yang memiliki track record yang baik. Sementara untuk keringanan, PT Wika Realty hingga tahun 2008 akan memberikan diskon sampai 10%, subsidi bunga 0% selama tahun pertama, dan konsumen cukup membayar DP (down payment) 10% untuk memiliki hunian di Puri Bali. Naskah : Rusli M Tang

Pilihan Aman Investasi Saat Krisis : Properti & Emas

Press Conference Seminar Investasi Properti & Emas

Press Conference Seminar Investasi Properti & Emas

Kalangan investor yang berorientasi meraih keuntungan jangka panjang, disarankan untuk mengoleksi emas dan properti karena kedua jenis investasi ini relatif aman, menguntungkan dan pergerakan pasarnya tidak tergantung kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.

 

Dahsyatnya gelombang krisis global yang saat ini tengah melanda seluruh dunia, tentu membikin pening kalangan investor. Akibat krisis keuangan yang bermula di Amerika Serikat, berbagai indeks bursa saham di seluruh dunia (termasuk Bursa Efek Indonesia) terperosok sampai puluhan persen.

Meskipun begitu, sejumlah kalangan pengamat dan pelaku yang bergerak di sektor ekonomi menyatakan krisis akan selalu datang dan pergi. Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah yang bijak dalam menyikapi kondisi krisis sekarang ini.  

 Investasi Pilihan : Properti & Emas   

Menurut Alfred Pakasi, Managing Partner Vibiz Leraning Centre (VBLC), walaupun saat ini tengah terjadi krisis, masyarakat/investor tetaplah harus berinvestasi. Investasi ini tentunya disesuaikan dengan sifat sang investor dan pilihan instrumen investasi apa yang akan diambil (deposito, valas, bursa berjangka, properti, emas dan beberapa pilihan lainnya).

“Untuk kondisi yang belum menentu seperti sekarang ini, dari sekian banyak instrument investasi, sektor properti sudah terbukti ketahanan, keamanan dan prospeknya. Selain itu, investasi emas juga merupakan suatu pilihan investasi yang paling bijak dalam kondisi sekarang,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Managing Director Vibiznews.com ini.

Lebih lanjut Alfred Pakasi mengungkapkan, investor yang berorientasi jangka panjang bisa mengoleksi kedua instrument diatas karena jenis investasi ini relatif aman karena pergerakannya tidak tergantung pada kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.

Hal senada disampaikan Irwan Nurhady, Property Investment Analist yang juga dosen Univeristas Tarumanegara. Menurut Irwan, krisis subprime mortgage (kredit perumahan) di Amerika tidak dapat disamakan dengan kondisi dinegara lain khususnya untuk Indonesia.

Faktanya, kalangan pengembang di Indonesia seakan tak pernah kehabisan energi untuk terus membanjiri pasar property nasional dengan sejumlah proyek yang dikembangkannya. Hal ini bisa dilihat dari proyek property terpadu semisal St Moritz (Grup Lippo) dengan nilai investasi yang mencapai Rp 11 Triliun, Ciputra World (Ciputra) yang mencapai Rp 14 Triliun, Kuningan City (Agung Podomoro) yang mencapai angka Rp 6 Triliun, Kota Kasablanca (Pakuwon Grup) yang mencapai angka Rp 7 Triliun dan Tangerang City (Trivio Grup) yang mencapai angka Rp 4,4 Triliun.   

“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, malahan sektor properti di Indonesia ternyata memberikan hasil atau capital gain yang sangat besar. Bahkan di beberapa kawasan, ada yang mencapai angka 300 % dari harga perdananya,” tambah Irwan lagi.  FAH