Pilihan Aman Investasi Saat Krisis : Properti & Emas

Press Conference Seminar Investasi Properti & Emas

Press Conference Seminar Investasi Properti & Emas

Kalangan investor yang berorientasi meraih keuntungan jangka panjang, disarankan untuk mengoleksi emas dan properti karena kedua jenis investasi ini relatif aman, menguntungkan dan pergerakan pasarnya tidak tergantung kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.

 

Dahsyatnya gelombang krisis global yang saat ini tengah melanda seluruh dunia, tentu membikin pening kalangan investor. Akibat krisis keuangan yang bermula di Amerika Serikat, berbagai indeks bursa saham di seluruh dunia (termasuk Bursa Efek Indonesia) terperosok sampai puluhan persen.

Meskipun begitu, sejumlah kalangan pengamat dan pelaku yang bergerak di sektor ekonomi menyatakan krisis akan selalu datang dan pergi. Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah yang bijak dalam menyikapi kondisi krisis sekarang ini.  

 Investasi Pilihan : Properti & Emas   

Menurut Alfred Pakasi, Managing Partner Vibiz Leraning Centre (VBLC), walaupun saat ini tengah terjadi krisis, masyarakat/investor tetaplah harus berinvestasi. Investasi ini tentunya disesuaikan dengan sifat sang investor dan pilihan instrumen investasi apa yang akan diambil (deposito, valas, bursa berjangka, properti, emas dan beberapa pilihan lainnya).

“Untuk kondisi yang belum menentu seperti sekarang ini, dari sekian banyak instrument investasi, sektor properti sudah terbukti ketahanan, keamanan dan prospeknya. Selain itu, investasi emas juga merupakan suatu pilihan investasi yang paling bijak dalam kondisi sekarang,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Managing Director Vibiznews.com ini.

Lebih lanjut Alfred Pakasi mengungkapkan, investor yang berorientasi jangka panjang bisa mengoleksi kedua instrument diatas karena jenis investasi ini relatif aman karena pergerakannya tidak tergantung pada kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.

Hal senada disampaikan Irwan Nurhady, Property Investment Analist yang juga dosen Univeristas Tarumanegara. Menurut Irwan, krisis subprime mortgage (kredit perumahan) di Amerika tidak dapat disamakan dengan kondisi dinegara lain khususnya untuk Indonesia.

Faktanya, kalangan pengembang di Indonesia seakan tak pernah kehabisan energi untuk terus membanjiri pasar property nasional dengan sejumlah proyek yang dikembangkannya. Hal ini bisa dilihat dari proyek property terpadu semisal St Moritz (Grup Lippo) dengan nilai investasi yang mencapai Rp 11 Triliun, Ciputra World (Ciputra) yang mencapai Rp 14 Triliun, Kuningan City (Agung Podomoro) yang mencapai angka Rp 6 Triliun, Kota Kasablanca (Pakuwon Grup) yang mencapai angka Rp 7 Triliun dan Tangerang City (Trivio Grup) yang mencapai angka Rp 4,4 Triliun.   

“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, malahan sektor properti di Indonesia ternyata memberikan hasil atau capital gain yang sangat besar. Bahkan di beberapa kawasan, ada yang mencapai angka 300 % dari harga perdananya,” tambah Irwan lagi.  FAH

Satu Tanggapan

  1. wah,…. mantab ni success dech….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: