Jababeka Gelar The First International Cultural Festival

Penampilan Tarian dari Komunitas Korea yang ada di Kota Jababeka

Penampilan Tarian dari Komunitas Korea yang ada di Kota Jababeka

Kawasan Kota Jababeka belum lama ini menggelar rangkaian pagelaran internasional, yang menampilkan berbagai pentas kebudayaan dari Jerman, Jepang, China, Vietnam, Korea, Filipina dan Indonesia. Kegiatan yang diberi nama “The First International Cultural Festival” berlangsung di Jababeka Multicultural Centre, Cikarang, Jawa Barat.

“The First International Cultural Festival” merupakan sebuah acara yang mewadahi diplomasi kebudayaan antara kelompok internasional yang tinggal di Indonesia melalui kesenian seperti tarian, nyanyian, film, dan gaya bahasa. Adapun gedung yang digunakan untuk acara ini adalah Multicultural Center yang berada di Sunset Boulevard, Indonesia Movieland. Fasilitas awal yang dimiliki Multicultural Center berupa gedung teater dengan kapasitas 400 kursi, serta  panggungnya.

 Kegiatan yang ditujukan untuk mempererat hubungan antar komunitas internasional ini merupakan kerjasama antara Indonesia Movieland, Forum Kebudayaan Indonesia, Lions Club Kartini, dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri serta dihadiri oleh beberapa korps diplomatik dari sejumlah kedutaan, antara lain Suriname, Filipina dan Negara sahabat dari Benua Afrika. 

Tak hanya kesenian, “The First International Cultural Festival” juga menyediakan bazaar makanan yang mewakili dari berbagai Negara, antara lain Ichiban Dorayaki, Kebab Turki, Es Dawet, Coffee Toffee, Pecel Ponorogo, dan makanan khas Filipina yaitu  lugaw (bubur ayam dengan resep Filipina) dan turon (pisang goreng yang berbeda dengan pisang goreng Indonesia). Hampir seluruh pengunjung tertarik dengan bazaar makanan tersebut, sehingga seluruh makanan habis terjual.

Melalui kegiatan “The First International Cultural Festival” ini, diharapkan terjalin komunitas kebudayaan dan intelektualitas di kawasan Kota Jababeka. Naskah : Feri Awan Hidayat     Foto : Koleksi Kota Jababeka

Iklan

Tangerang City Gelar Topping Off & Ground Breaking

Walikota Tangerang & Direksi Tangerang City Menekan Tombol Peresmian Ground Breaking

Walikota Tangerang & Direksi Tangerang City Menekan Tombol Peresmian Ground Breaking

Untuk kalangan pengembang yang tidak mengandalkan kucuran kredit perbankan untuk membiayai pembangunan proyeknya, krisis keuangan global yang terjadi sekarang ini dianggap sebagai peluang untuk menunjukkan eksistensi. Salah satu diantara pengembang tersebut adalah PT Pancakarya Griyatama (Trivo Group), pengembang superblok Tangerang City, yang tetap konsisten membangun proyeknya secara bertahap.

Setelah meraih kesuksesan dengan peluncuran premium business park yang telah terjual 80%, PT Pancakarya Griyatama bersiap melaksanakan pembangunan pusat perbelanjaan yang nantinya terintegrasi dengan hotel dan apartemen.

Untuk itu, PT Pancakarya Griyatama pada tanggal 23 November 2008 yang lalu melaksanakan pemancangan tiang pertama Tangerang City premium shopping mall dan topping off TangCity premium business park di lokasi proyek ini berada.

“Mengembalikan orang Tangerang ke Tangerang. Itulah yang ingin kami lakukan dengan menghadirkan sebuah megaproyek terpadu Tangerang City,” kata Ian Wisan MBA, Wakil Direktur Utama PT Pancakarya Griyatama dalam sambutannya pada acara ini.

 

Menjawab Kebutuhan Gaya Hidup

Pusat perbelanjaan Tangerang City sendiri terdiri dari 6 lantai lifestyle dan entertainment service dengan arsitektur bergaya minimalis modern mengikuti tren terkini.

Berbeda dengan pusat perbelanjaan lainnya, pusat perbelanjaan Tangerang City akan terlihat memiliki keunggulan karena dilengkapi fasilitas multifunction dan meeting room. Sementara, fasilitas parkir yang disediakan sebanyak 2.000 untuk mobil dan 1.500 untuk motor.

Salah satu anchor tenant yang sudah menandatangani perjanjian kerja sama adalah Carrefour. Selain itu, telah hadir pula Novotel yang dikelola Accor. Sedangkan beberapa restoran yang telah bergabung, antara lain Bakso Lapangan Tembak Senayan, Bakmi Agoan, restoran Padang Sederhana, DJS, Toreore, restoran ayam goreng Amerika AW, serta toko roti Holand Bakery dan Dunkin Donuts.

Di samping itu, Bank DKI dan Panin juga tak mau ketinggalan bergabung di Tangerang City. Tidak hanya itu, pusat perbelanjaan ini nantinya akan menggandeng beberapa tenant middle branded, mulai dari produk sepatu, aksesori, tas, optik, hingga entertainment service yang akan akan diisi oleh outlet-outlet restoran ternama di Jakarta dan beberapa outlet internasional chain café. Naskah       : Feri Awan Hidayat    Foto : Koleksi Tangerang City

 

Hunian Nyaman dan Aman dengan Eksotisme Bali

Tamansari Puri Bali

Tamansari Puri Bali

Berada di selatan Jakarta, Tamansari Puri Bali menghadirkan eksotisme dan atmosfer “Pulau Dewata” yang memesona. Di atas lahan 20 hektare, PT Wika Realty selaku pengembang perumahan ini siap mewujudkan 1.000 unit hunian di tahun 2010.

 

Kawasan Sawangan, Depok, kini menjadi wilayah yang potensial. Indikasinya adalah jaringan infrastruktur, fasilitas sosial dan umum, serta pertumbuhan ekonomi wilayahnya yang terus meningkat. Hal ini semakin bertambah dengan posisinya yang strategis, karena berada tak jauh dari Ibu Kota Jakarta. Dengan kondisi seperti itu, boleh jadi Sawangan benar-benar menjadi wilayah yang prospektif.

Setelah sukses melahirkan Perumahan Bali View di Cireundeu, Jakarta Selatan, pada tahun 1996, maka sejak tahun 2006, PT Wika Realty kembali menghadirkan perumahan dengan nuansa Bali yang eksotis di wilayah Sawangan, Depok. Namanya Tamansari Puri Bali (Puri Bali, red). “Bali merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Kami pikir tinggal dengan suasana Bali, sama saja tinggal di tempat terindah di dunia. Apalagi di Puri Bali ini, kami juga mengombinasikan nuansa Bali tersebut dengan hijaunya lingkungan,” kata Ugik Sugiyanto, Manager Realty, menjelaskan konsep perumahan ini.

Suasana Bali memang langsung terasa ketika memasuki perumahan yang memiliki tiga kategori harga per unitnya, yaitu Rp 200 juta, Rp 400, dan di atas Rp 1 miliar. Rencananya, di Puri Bali ini akan dibangun sekitar 1.000 unit rumah dengan komposisi 70% hunian kecil dengan tipe 27, 36, dan 46, 30% hunian menengah bertipe 51 dan 67, serta 10% hunian premium dengan tipe 150. Hingga kini, setidaknya sudah 600 unit rumah terbangun. “Proyeksi kami tahun 2010 sudah selesai semua,” ujar Ugik Sugiyanto. 

Rumah Tanpa Pagar

Dengan dukungan lansekap yang asri, Puri Bali seolah menyuguhkan panorama alam yang menyejukkan. Hijaunya pepohonan, taman lingkungan yang tertata apik, serta manajemen pengelolaan lingkungan yang komprehensif, membuat perumahan ini menjanjikan kenyamanan tempat tinggal yang maksimal.

Aplikasi budaya Bali pada perumahan ini, tak hanya bisa dinikmati dari fisik bangunan rumah. Tapi, juga penamaan cluster (banjar, sebutan untuk desa di Bali) yang mengadopsi nama dan daerah di Bali. Misalnya Banjar Taman Ayun, Banjar Panelokan, dan Banjar Gilimanuk. “Penggunaan istilah banjar kami gunakan agar lebih terasa nuansa Bali-nya. Baik dari bentuk, nama, sebutan, semuanya secara psikologis terasa lebih Bali,” ungkap Ugik Sugiyanto.

Selain suasana yang asri, rupanya pengembang juga ingin menciptakan hunian yang terintegrasi dengan alam. Makanya, bidang-bidang masif seperti pagar rumah ditiadakan. Dengan konsep neighborhood tersebut, diharapkan suasana tempat tinggal menjadi lebih nyaman. Sementara itu, untuk memaksimalkan hubungan kekerabatan antarpenghuni, pengembang menyediakan sawung-sawung bergaya Bali dan playground di setiap banjar sebagai fasilitas penghuni. Lalu sebagai pelengkap fasilitas, juga disediakan gedung serbaguna yang bisa digunakan sebagai sarana olah raga dan aktivitas lainnya.

Menanggapi krisis keuangan global yang berdampak pada kenaikan tingkat suku bunga KPR (kredit kepemilikan rumah), maka PT Wika Realty, yang baru saja memperoleh penghargaan Kategori Developer Besar pada penyelenggaraan Indocement Award 2008 akan memberikan program khusus untuk kemudahan pembiayaan. “Tagline kami adalah pilih investasi yang aman dan ringan ketika krisis,” ujar Ugik. Menurutnya, aman yang dimaksud adalah dengan memilih pengembang yang memiliki track record yang baik. Sementara untuk keringanan, PT Wika Realty hingga tahun 2008 akan memberikan diskon sampai 10%, subsidi bunga 0% selama tahun pertama, dan konsumen cukup membayar DP (down payment) 10% untuk memiliki hunian di Puri Bali. Naskah : Rusli M Tang

Pilihan Aman Investasi Saat Krisis : Properti & Emas

Press Conference Seminar Investasi Properti & Emas

Press Conference Seminar Investasi Properti & Emas

Kalangan investor yang berorientasi meraih keuntungan jangka panjang, disarankan untuk mengoleksi emas dan properti karena kedua jenis investasi ini relatif aman, menguntungkan dan pergerakan pasarnya tidak tergantung kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.

 

Dahsyatnya gelombang krisis global yang saat ini tengah melanda seluruh dunia, tentu membikin pening kalangan investor. Akibat krisis keuangan yang bermula di Amerika Serikat, berbagai indeks bursa saham di seluruh dunia (termasuk Bursa Efek Indonesia) terperosok sampai puluhan persen.

Meskipun begitu, sejumlah kalangan pengamat dan pelaku yang bergerak di sektor ekonomi menyatakan krisis akan selalu datang dan pergi. Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah yang bijak dalam menyikapi kondisi krisis sekarang ini.  

 Investasi Pilihan : Properti & Emas   

Menurut Alfred Pakasi, Managing Partner Vibiz Leraning Centre (VBLC), walaupun saat ini tengah terjadi krisis, masyarakat/investor tetaplah harus berinvestasi. Investasi ini tentunya disesuaikan dengan sifat sang investor dan pilihan instrumen investasi apa yang akan diambil (deposito, valas, bursa berjangka, properti, emas dan beberapa pilihan lainnya).

“Untuk kondisi yang belum menentu seperti sekarang ini, dari sekian banyak instrument investasi, sektor properti sudah terbukti ketahanan, keamanan dan prospeknya. Selain itu, investasi emas juga merupakan suatu pilihan investasi yang paling bijak dalam kondisi sekarang,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Managing Director Vibiznews.com ini.

Lebih lanjut Alfred Pakasi mengungkapkan, investor yang berorientasi jangka panjang bisa mengoleksi kedua instrument diatas karena jenis investasi ini relatif aman karena pergerakannya tidak tergantung pada kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.

Hal senada disampaikan Irwan Nurhady, Property Investment Analist yang juga dosen Univeristas Tarumanegara. Menurut Irwan, krisis subprime mortgage (kredit perumahan) di Amerika tidak dapat disamakan dengan kondisi dinegara lain khususnya untuk Indonesia.

Faktanya, kalangan pengembang di Indonesia seakan tak pernah kehabisan energi untuk terus membanjiri pasar property nasional dengan sejumlah proyek yang dikembangkannya. Hal ini bisa dilihat dari proyek property terpadu semisal St Moritz (Grup Lippo) dengan nilai investasi yang mencapai Rp 11 Triliun, Ciputra World (Ciputra) yang mencapai Rp 14 Triliun, Kuningan City (Agung Podomoro) yang mencapai angka Rp 6 Triliun, Kota Kasablanca (Pakuwon Grup) yang mencapai angka Rp 7 Triliun dan Tangerang City (Trivio Grup) yang mencapai angka Rp 4,4 Triliun.   

“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, malahan sektor properti di Indonesia ternyata memberikan hasil atau capital gain yang sangat besar. Bahkan di beberapa kawasan, ada yang mencapai angka 300 % dari harga perdananya,” tambah Irwan lagi.  FAH

Summarecon Serpong Luncurkan Scientia Garden

Calon Pembeli Tengah Melihat Maket Scientia Garden

Calon Pembeli Tengah Melihat Maket Scientia Garden

”Dengan konsep yang memadukan teknologi dan pelestarian lingkungan, kita dapat memberikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda yang merupakan generasi masa depan yang pandai dan bijaksana, sekaligus memiliki kehidupan yang nyaman,” ujar Sharif Benyamin, Direktur Summarecon Serpong, dalam kesempatan wawancara dengan kalangan media massa nasional di Hotel Mulia, 5 November 2008 yang lalu.

Summarecon Serpong kembali melakukan terobosan dengan menghadirkan kawasan terpadu eksklusif berwawasan teknologi dan lingkungan yang di beri nama Scientia Garden.

Kawasan Hunian dengan konsep ”Smart and Green Environment” ini, dikembangkan pada lahan seluas 100 Ha dan dilengkapi sejumlah fasilitas yang cukup lengkap mulai dari sarana pendidikan bertaraf internasional, club house dan kolam renang, commercial area sampai dengan ruang terbuka hijau.

Adapun Cluster pertama dari Scientia Garden adalah cluster Newton yang hadir dengan 4 sub cluster dan terdiri dari 3 tipe, yaitu tipe master, alternatif  dan basic, yang masing-masing unit memiliki 2 lantai. cluster ini dilengkapi  fasilitas teknologi informasi, seperti jaringan internet broadband,  koneksi wifi, televisi kabel, panic button dan sistem keamanan terpadu, yang didedikasikan untuk kenyamanan seluruh penghuni.

Selain unit hunian, cluster ini juga akan dilengkapi dengan satu lagi inovasi terbaru Summarecon Serpong, yaitu Ruko Newton. Ruko 3 lantai dengan luas tanah 100 m2 dan luas bangunan 284 m2 ini berbeda dengan ruko pada umumnya dimana lantai 2 atau di atasnya kurang produktif karena hanya memanfaatkan lantai 1 sebagai ruang usaha.

Dengan berdekatannya Ruko Newton ini dengan lokasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN), lantai 2 dan 3 Ruko Newton dapat dimanfaatkan sebagai tempat usaha kost kost-an, dimana dari rancangan layout dan aksesnya telah dipersiapkan untuk aktifitas usaha tersebut. Kedua lantai tersebut (lantai 2 dan 3), secara total dapat menampung  kapasitas maksimal 10 hingga 12 kamar. Sedangkan lantai dasar Ruko Newton tetap dapat  dimanfaatkan sebagai ruang usaha atau bisnis lainnya. Naskah : Feri Awan Hidayat   Foto : Koleksi Summarecon

Intiland Fokuskan Strategi Jangka Panjang

The Platinum, Salah Satu Proyek Intiland di Surabaya

The Platinum, Salah Satu Proyek Intiland di Surabaya

 

PT Intiland Development Tbk (Intiland) memfokuskan strategi pada upaya meningkatkan pendapatan dan keuntungan jangka panjang. Meskipun dampak krisis global telah menyebabkan likuiditas keuangan menjadi sangat ketat, namun perseroan optimistis mampu membukukan pertumbuhan kinerja karena ditopang fundamental usaha yang sehat dan kuat.

Lennard Ho, Presiden Direktur dan CEO Intiland mengakui krisis keuangan global saat ini membawa dampak ikutan yang luas serta dapat mempengaruhi pertumbuhan industri properti.

“Kami optimistik mampu melalui kondisi yang cukup berat ini dan berkeyakinan mencapai keuntungan ke depan meskipun terjadi krisis keuangan dan menghadapi sejumlah hambatan negatif dalam pengembangan,” tegas Lennard di Jakarta.

Lebih lanjut Lennard mengungkapkan, Intiland telah menyiapkan sejumlah alternatif strategi guna mengurangi resiko akibat krisis. Perseroan sudah dan akan terus menerapkan kebijakan dan analisa yang ketat dan hati-hati dengan mempertimbangkan seluruh aspek resiko ketika akan mengeksekusi suatu rencana.

”Strategi lainnya kami akan melanjutkan upaya untuk semakin memperkuat neraca keuangan, salah satunya dengan mendivestasi aset-aset non-inti dan yang memberikan tingkat pengembalian rendah. Saat ini kondisi keuangan perusahaan sangat sehat dengan gearing ratio hanya 37%. Rasio ini relatif cukup rendah dibandingkan standar industri properti,” tambah Lennard lagi.

Saat ini Intiland telah menyiapkan sejumlah pengembangan kawasan perumahan baru di Jakarta dan Surabaya. Untuk kawasan perumahan Taman Semanan Indah, Jakarta Barat, Intiland baru saja meluncurkan kluster rumah tipe baru, antara lain tipe Galena dan Fluorite yang lokasinya di Blok E. Rumah tipe Galena dan Fluorite ini laku keras karena dalam tempo sekejap terjual 90%. Kesuksesan ini menyusul keberhasilan Intiland sebelumnya yang meluncurkan tipe Verona.

Sementara di Surabaya, perseroan juga terus mengembangkan rumah-rumah tipe baru di kawasan pemukiman elit Graha Famili, Surabaya Barat. Belum lama ini perseroan meluncurkan 30 unit rumah tipe baru di kluster Inspira Leaf. Rumah yang dijual seharga Rp3 miliar – Rp4 miliar ini cukup diminati konsumen karena mengusung konsep  modern stylish. Naskah : FAH    Foto : Koleksi Intiland

Proyeksi Procon : Properti 2009 Akan Mengalami Indikasi Pelambatan

PROPERTY MARKET REVIEW Q3-2008 & OUTLOOK 2009

PROPERTY MARKET REVIEW Q3-2008 & OUTLOOK 2009

Meskipun kondisi perekonomian Indonesia kuartal III tercatat masih baik, namun terdapat indikasi perlambatan secara signifikan pada tahun 2009 seiring dengan adanya krisis ekonomi global. 

Chief Business Development Executive PT. Procon Indah, Hendra Hartono, dalam paparan Property Market Review Q3 dan Outlook 2009 menyatakan dengan adanya kenaikan suku bunga membuat beberapa proyek properti yang masih dalam tahap konstruksi atau dalam tahap perencanaan, berpotensi tertunda apabila aliran dana dari perbankan terhambat.  

“Untuk pengembang yang memiliki alternatif sumber pendanaan diluar perbankan sebut saja misalnya dari hasil pra penjualan, kas sendiri, serta tingkat pra-komitmen yang tinggi dari penyewa, berpotensi untuk dapat bertahan dan melanjutkan proyek properti mereka,” tambah Hendra lagi. 

Lebih lanjut Hendra menyatakan, dampak krisis ekonomi global diperkirakan akan berpengaruh pada sektor properti dan sudah mulai terasa sejak bulan Oktober kemarin. Hal ini terbaca dari respon yang diambil oleh para pengembang dan konsumen yang mengambil sikap ‘wait and see’ dalam keputusan investasi mereka. Naskah & Foto : Feri Awan Hidayat