Edisi Terbaru

November 2008

 

Tempat Khusus

 

Apakah saat ini tepat untuk membeli rumah? Begitu pertanyaan yang terlontar dari seorang kolega di suatu sore. Sementara, pada keesokan harinya seorang staf perusahaan mulai mengeluh karena suku bunga KPR-nya naik, dari 9,5% menjadi 15%. Dari dua orang berbeda itu, bisa ditangkap bahwa krisis keuangan global seperti sekarang ini di satu sisi memberikan pukulan, sementara di sisi lain menjadi suatu tantangan.

Krisis keuangan global yang terjadi belakangan ini masih menjadi perbincangan yang hangat. Bahkan, sejumlah pengamat keuangan belum berhenti memberikan ulasan dan analisisnya melalui media cetak atau elektronik. Akibat krisis keuangan ini, sektor properti dikhawatirkan terkena imbasnya secara signifikan. Namun kenyataannya, pameran properti yang ditawarkan oleh sejumlah pengembang di Jakarta Convention Center, tetap ada peminatnya. Semoga saja sektor properti tidak terperosok terkena imbas krisis keuangan global.

Seperti biasanya, di setiap edisi kami tetap konsisten untuk menampilkan karya-karya terbaik dari para arsitek dan desainer interior di Tanah Air. Dari terobosan karya mereka inilah, kita bisa mengambil nilai positifnya. Misalnya pada karya Subianto dan Siane (Menyingkap Rasa di Hunian Tropis) yang tak hanya berhasil menciptakan keindahan dalam arsitektur, tapi juga sukses membangun karakter bangunan melalui “rasa” yang diciptakan.

Ya, perkembangan arsitektur yang dinamis itu memang menarik untuk diikuti. Seperti perkembangan produk hospitality design di Bali. Selain itu, ada juga potensi dari negeri sendiri yang bisa dimaksimalkan ke dalam sebuah desain kawasan atau bangunan seperti yang ditunjukkan oleh PT Belaputra Intiland melalui proyek propertinya: Kota Baru Parahyangan.

Sudah saatnya kita memberi tempat khusus pada karya-karya gemilang anak bangsa. Baik itu yang melalui dunia rancang bangun maupun kerajinan (craft). Sebab, pada kenyataannya sektor kerajinan Indonesia juga tak kalah menariknya untuk ditelusuri perkembangannya. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: